Socio-Economic Sustainability Analysis of Alue Simantok Community Forestry, Peudada District, Bireuen Regency
DOI:
https://doi.org/10.59890/ijsss.v4i1.164Keywords:
Community Forestry, Cost-Benefit Analysis, Jernang, Value Added, Social CapitalAbstract
Community Forestry (HKm) management aims to balance ecological functions with economic welfare; however, it is frequently confronted with commodity price volatility and weak market access. This study analyzes the socio-economic sustainability of the Alue Simantok HKm in Bireuen Regency, focusing on the profitability of superior commodities and social capital. Using a mixed-methods approach with a survey of 61 Forest Farmers Group (KTH) members, this study evaluates the businesses of Jernang (Dragon’s Blood), Forest Honey, Stingless Bee Honey (Kelulut), and Rattan.The results indicate that the HKm program successfully increased members' average income from IDR 1,500,000 to IDR 3,000,000 per month. Financial feasibility analysis reveals extreme efficiency disparities; the Jernang commodity recorded the highest R/C Ratio (122.8) due to minimal input costs (natural subsidies), yet it carries the highest price volatility risk. Conversely, rattan processing and honey businesses demonstrate stability through product value addition. Socially, the Kenduri Glee tradition functions as social capital that strengthens group cohesion. The study concludes that HKm sustainability cannot rely on a single extractive commodity; strategies for product diversification (downstreaming) and branding strengthening are required to mitigate market risks
References
Aksa, M. (2015). Implementasi kebijakan hutan kemasyarakatan (Studi di Kabupaten Enrekang). Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.26618/ojip.v5i1.21
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. (2023). Laporan kinerja instansi pemerintah (LKjIP) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh tahun 2023. Pemerintah Provinsi Aceh.
Dodirman. (2018). Analisis pendapatan usaha tani pada hutan kemasyarakatan. Thesis. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Erwin, M. (2023). Analisis pendapatan masyarakat pada hutan kemasyarakatan Desa Pundau Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Thesis. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Fatahyah, A., Nugroho, T., & Darwanto, D. H. (2018). Strategi pengembangan hutan kemasyarakatan di kawasan hutan lindung (Studi kasus di Hutan Lindung Sesaot, Kabupaten Lombok Barat).
Fauzi, M., & Nahlunnisa, H. (2021). Studi pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.
Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural marketing and processing in upland Java: A perspective from a Sunda village. CGPRT Centre.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 320.
Lado, P. K. R., Purnama, M. M., & Mau, A. E. (2023). Kajian pemanfaatan hutan kemasyarakatan Wolobobo (Studi kasus pada KTH Anugerah, KTH Sedang Mekar dan KTH Setia Kawan) sebagai sumber pendapatan di Desa Bela Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Lamusa, A. (2010). Usaha ternak lebah madu dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi madu di Desa Lolu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Penelitian Agribisnis, 11(3), 181–188.
Martapani, A. N., Fauzi, H., & Naparin, M. (2021). Dampak hutan kemasyarakatan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat (Studi pada Masyarakat Peduli Gambut Sukamaju, KPH Kayu Tangi). Jurnal Rimba Lestari, 1(1), 36–46. https://doi.org/10.29303/rimbalestari.v1i1.387
Mulyadin, R. M., Surati, & Ariawan, K. (2016). Kajian hutan kemasyarakatan sebagai sumber pendapatan: Kasus di Kabupaten Gunungkidul
Puspasari, E., Wulandari, C., Darmawan, A., & Banuwa, I. S. (2017). Aspek sosial ekonomi pada sistem agroforestri di areal kerja hutan kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.
Puspitasari, S. A., Saragih, H. J. R., & Navalino, R. D. A. (2019). Perhutanan sosial dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dari perspektif ekonomi pertahanan (Studi pada Desa Pantai Bakti Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi). Jurnal Ekonomi Pertahanan, 5(1), 121–142.
Rosalia, F., & Ratnasari, Y. (2016). Analisis pengelolaan hutan kemasyarakatan di sekitar kawasan hutan lindung Register 30 Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Tahun.
Selan, M., Mahayasa, I. N. W., & Rammang, N. (2020). Analisis kondisi sosial ekonomi petani jambu mete (Anacardium occidentale L.) di Kelompok Tani Hutan Paloil Tob Desa Silu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang.
Senoaji, G. (2011). Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan lindung Bukit Daun di Bengkulu. Sosiohumaniora, 13(1), 1–17.
Wahyuni, D. S. (2023). Analisis pengaruh aspek sosial ekonomi dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan terhadap pendapatan masyarakat: Studi kasus di Gapoktan Karya Tani Mandiri dan Karya Bakti Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Thesis. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Julidar, Halus Satriawan, Ridwan Iriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





